Homogenitas utopis

  manusia selalu menyerukan persatuan, persamaan derajat, menolak perbedaan, bahkan homogenitas opini. namun apa yang terjadi... Pagi itu di pinggiran solo dengan sejuk udara yang mengkungkung saya dalam sebuah bangunan kayu. Saat itu saya mahasiswa magang di salah satu biro konsultan. Bukan Gedung tinggi yang digunakan sebagai kantor namun Gedung yang tersusun dari balok –... Continue Reading →

Advertisements

PUISI

“RONG” Mahdi Faiq   kosong tak berkata Ohh.. kadang suka merana Mati terbahak Senyap merekah Riuh ber-abu   Pasir yang diam Kosong tak bergumam Munkin hanya renjana Yang selalu berkelana Dalam ruang yang ter bernyawa

Untuk Siapa Semua Ini?

Munkin kalau mendengan pertanyaan "alam ini untuk siapa?" jelas semua sepakat menjawab dengan lantang bahwa alam ini untuk semua makhluk hidup. Manusia, hewan tumbuhan dan sebagainya. Dengan hati yang bangga yang  menunjukan kepedulian terhaadap lingkungan. Saya kira jawaban itu hanya omong kosong. Jawaban diplomatis yang diucapkan tanpa berfikir dahulu. Kalau berkaca pada keadaan saat ini... Continue Reading →

Time Travel di samping Kita

Munkin kalau kita mendengar sebuah cerita tentang time travel, yang bisa menjelajah waktu selalu yang terpikir adalah di mana seseorang yang hidup di masanya, pergi ke masa sebelumnya untuk misi penyelamatan atau yang lainnya. Dan tentunya itu belum ada di masa sekarang. Hampir mustahil untuk merasakan bisa kembali ke masa lalu walau sudah ada teori... Continue Reading →

KOTA UNTUK SAMPAH

Semakin lama peradaban manusia semakin maju. Mengembangkan teknologi demi memenuhi kebutuhan dan keperluan agar kehidupan manusia lebih baik. Karena kemajuan peradaban ini subjeknya adalah manusia maka kemajuannya pun berorientasi penuh pada kehidupan manusia. Dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dan hal ini yang sering menjadi alasan manusia lalai untuk memajukan peradaban makhluk lain juga karena... Continue Reading →

Puisi – puisi-an

  Sthapati Kepala ini berat bukan berarti berantakan saat bumi ini kosong kertasku menjadi gedung kertas ku makan dengan doa dan ku keluarkan dengan sendawa ria kepala ini berat karena tidak kosong     apapun bukan Dia   saat pria renta  itu sujud, apa yang dihadapannya... tembok kaca orang juga sajadah tasbih ka'bah pohon ilalang... Continue Reading →

Satu – satunya hal yang Absolut adalah Abstrak

                Kosong adalah isi. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa  ruang yang kosong yang dalam konteks ini dapat diartikan sebagai lingkungan akan selalu subjektif sifatnya apakah ruang itu kosong, apakah lingkungan itu nyaman dan semua yang ada di dunia ini. Duniapun menjadi subjektif. Tiap makhluk hidup memiliki dunia nya masing - masing. Semua hal... Continue Reading →

Memulai Menggores

  "Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dalam manyarakan dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian." pram. Kutipan di atas yang disampaikan oleh seorang seniman sekaligus sastrawan yang produktif  indonesia. Yang mencoba saya yakini dalam memulai menulis. Dulu saya berfikir bahwa belajar adalah cara untuk memperkaya diri... Continue Reading →

Powered by WordPress.com.

Up ↑

Create your website at WordPress.com
Get started